Dari Hujan

Derai hujan masih membasahi Bak tangisan tak terhenti Sampai segala luka terobati Hanya suara tetesannya Tak ada suara katak Hanya klakson mobil bersahutan Dari hujan aku belajar Bahwa awanpun tak sanggup Membawa beban sendiri Maka dibagilah beban itu Agar semua merasakan Apa yang tak sanggup diucap

Advertisements

Tak Kenal Palsu

Biarlah aku hidup Bersama tumpukan buku Tak pernah berdusta Tak mengenal palsu Tetap ada asalkan dijaga Tak seperti kalian Aku selalu salah Inginku marah Namun untuk apa Biarkan saja

Utuh

Mungkin aku terlalu lemah Mencoba lupa Namun tak bisa Mencoba mengalah Namun tetap sama Aku masih berharap Jarak kan persatukan kita Walau rindu membuat sesak Tapi aku tetap bertahan Walau dirimu tak lagi bersamaku Namun kenangan itu utuh Dalam buaian masa lalu

Jadilah Teman 

Ingin ku tulis tentang cinta  Namun tak ada inspirasi bersemayam Ingin ku tulis tentang rindu Namun tak sanggup hatiku beradu  Ingin kutulis tentang bintang  Namun jarang terlihat sebab langit petang  Lalu kutulis tentang hujan Kehadiran dinantikan Walau kadang tak diharapkan Wahai hujan tak apa kau datang  Namun tetaplah menjadi teman 

Sepuluh 

Satu dua tiga  Senyummu masih menyiksa  Empat lima enam Suaramu menenggelamkan  Tujuh delapan sembilan  Walau hanya satu pandangan  Sepuluh  Angka sempurna buatmu 

Permainan tanpa Babak 

Jika memang ini hanya permainan Mengapa kau jatuhkan aku sedalam ini  Aku sudah terjebak  Dalam permainan tanpa babak Hanya luka dan hancur dirasa Aku kalah  Strategimu menjaring mangsa  Memang luar biasa Aku terperangkap  Dalam hati yang bukan untukku  Dan ketika ku terbuang  Kau menang  

Semakin Rumit 

Semakin rumit  Aku tak mau terlilit  Dalam kisah sulit  Masalah yang terakit  Hanya menimbulkan penyakit Dia yang terjangkit  Takkan pernah mampu bangkit Sebab  Hatinya telah sakit  Tak mungkin lagi berkait 

Bulan pun Pernah Sendiri 

Kesekian malam dilalui Tapi ia tak pernah pergi  Walau sering sendiri Tak pernah ia lari  Meski mendung gelap Kadang mengusik  Namun ia tetap berbinar  Menerangi hati yang terbakar  Tetap menghiasi  Meskipun bintang bersembunyi Dia ciptaan Tuhan nan indah  Menggantung di angkasa  Bak bola lampu raksasa  Menerangi seluruh jiwa  Yang rapuh dan hampa 

Sajak Akhir Juli 

Tersudut di pojok juli Melangkah pasti tak terhenti Hangus sudah waktu santai Tinggalkan kesedihan disini Bawa angin positif di benakmu  Tuk menjajaki masa berikut  Agustus nan misterius  Biarkan Juli Jangan Ulangi Lagi Ini  Coretan kotor rugikan diri  Mari sambut agustus  Sebab  Ada Gembira Usai Setiap Tangisan Untuk Semua   Tetaplah percaya  Kegembiraan tercipta  Dibalik sejuta... Continue Reading →

A WordPress.com Website.

Up ↑