Jadilah Teman 

Ingin ku tulis tentang cinta  Namun tak ada inspirasi bersemayam Ingin ku tulis tentang rindu Namun tak sanggup hatiku beradu  Ingin kutulis tentang bintang  Namun jarang terlihat sebab langit petang  Lalu kutulis tentang hujan Kehadiran dinantikan Walau kadang tak diharapkan Wahai hujan tak apa kau datang  Namun tetaplah menjadi teman 

Advertisements

Sepuluh 

Satu dua tiga  Senyummu masih menyiksa  Empat lima enam Suaramu menenggelamkan  Tujuh delapan sembilan  Walau hanya satu pandangan  Sepuluh  Angka sempurna buatmu 

Permainan tanpa Babak 

Jika memang ini hanya permainan Mengapa kau jatuhkan aku sedalam ini  Aku sudah terjebak  Dalam permainan tanpa babak Hanya luka dan hancur dirasa Aku kalah  Strategimu menjaring mangsa  Memang luar biasa Aku terperangkap  Dalam hati yang bukan untukku  Dan ketika ku terbuang  Kau menang  

Semakin Rumit 

Semakin rumit  Aku tak mau terlilit  Dalam kisah sulit  Masalah yang terakit  Hanya menimbulkan penyakit Dia yang terjangkit  Takkan pernah mampu bangkit Sebab  Hatinya telah sakit  Tak mungkin lagi berkait 

Bulan pun Pernah Sendiri 

Kesekian malam dilalui Tapi ia tak pernah pergi  Walau sering sendiri Tak pernah ia lari  Meski mendung gelap Kadang mengusik  Namun ia tetap berbinar  Menerangi hati yang terbakar  Tetap menghiasi  Meskipun bintang bersembunyi Dia ciptaan Tuhan nan indah  Menggantung di angkasa  Bak bola lampu raksasa  Menerangi seluruh jiwa  Yang rapuh dan hampa 

Sajak Akhir Juli 

Tersudut di pojok juli Melangkah pasti tak terhenti Hangus sudah waktu santai Tinggalkan kesedihan disini Bawa angin positif di benakmu  Tuk menjajaki masa berikut  Agustus nan misterius  Biarkan Juli Jangan Ulangi Lagi Ini  Coretan kotor rugikan diri  Mari sambut agustus  Sebab  Ada Gembira Usai Setiap Tangisan Untuk Semua   Tetaplah percaya  Kegembiraan tercipta  Dibalik sejuta... Continue Reading →

Cahaya Penerang 

Mendung menghiasi sepanjang hari  Seakan mewakili isi hati  Tak ada mentari Tak ada cahaya melintasi  Hanya gelap mengikuti Terdiam dalam sunyi Hanya ketakutan menghantui Tak mampu lagi bernyanyi Walau untuk menghibur diri Tak ada senja Tak ada sang rembulan Pun tak ada bintang gemintang Cukup lampu temaram Dalam jiwa kesepian Terlalu rapuh dalam kehidupan Butuh... Continue Reading →

Kesekian Malam

Hembusan angin malam menabrakku Bangunkanku dalam lamunan semu Lelah letih menghampiri setiap waktu Namun berusaha tak mengeluh Walau malam-malam sibuk menjemputku Tak pernah ku jemu Sebab bintang gemintang menemani selalu Seakan menyajikan tarian di angkasa Bulan pun bak bernyanyi menghibur ku Wahai semesta Inilah alasanku tetap maju Sebab dari kesekian malamku nan jemu Bulan dan... Continue Reading →

Bukan Hanya Keberuntungan

Matahari menyapa di balik pepohonan Membangunkan semua insan Di segala penjuru kota Terlihat para pejuang bersiap Segala senjata tak lupa dibawa Doa restu orang tua Selalu bersama Perang dimulai beberapa jam lagi Jantung berdebar itu pasti Rasa takut tak henti mengikuti Namun yakinlah kalian mampu Pernah gagal Tak membuatkan kalian terjungkal Hanya saja kalian lebih... Continue Reading →

A WordPress.com Website.

Up ↑