Bulan tanpa Mentari 

Bulan sabit malam ini, mengingatkanku pada senyummu. Senyum yang telah membuat gila dan tak tahu arah. Senyum yang membuat duniaku berbeda dan senyum yang telah menghanyutkan rasa cintaku. 
Aku yang terlalu percaya pada setiap perkataanmu, saat ini hanya mampu meratap dan menyesali bahwa aku pernah mencinta dan merindumu. 

Aku hanyalah bulan yang meredup tanpa mentari. 

Kau tahu, aku masih bersembunyi di balik bayang-bayang semumu. 

Aku masih mencoba pergi dan lupakanmu

Tapi apalah daya, hatiku masih menyimpan sedikit kenangan tentangmu. 

Dan pada akhirnya biarlah aku sendiri yang akan perlahan pergi menghapuskan senyummu di hatiku. 

Advertisements