Untukmu yang Benar-Benar Pergi

​Hati berdebar saat aku melihatmu lagi, dan tak kusangka akan bertemu denganmu seperti ini. Kamu, seseorang yang kurindukan tanpa ujung, seseorang yang kunanti sepanjang hari, seseorang yg memberikan arti cinta, tapi itu dulu. Lihatlah sekarang. Apa yang kau lakukan? Menyapaku saja tidak

Bahkan melirik pun kau seperti tak sudi 

Entah kau anggap aku apa

Caramu menghempaskanku 

Membuatku mengerti bahwa aku tak pernah berarti untukmu. Ingatkah kau setahun yang lalu, saat kita masih tertawa bersama, berusaha mengenggam apa yang harus kita pertahankan. Entahlah, apa memori-memori itu seketika lenyap dari pikiranmu? Atau memang aku yang tak pernah berarti untukmu? 

Memang bukan hakku untuk mengungkit masa lalu ini. Tapi aku hanya ingin tahu, seberapa aku bertahan dengan masa lalu ini. Luka yang kau titipkan ini masih tersimpan rapi dalam hati. Masih melekat erat, masih membekas sulit dihempas. 

Hanya ini yang mampu kukatakan, Terimakasih atas luka ini. Serpihan hatiku akan kurangkai kembali dengan caraku sendiri. 

Kumohon jangan pernah kembali. Karena hatiku telah melebur menjadi rindu yang kusimpan padamu selama ini. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: