Pasrah Menanti 

Sekejap terdiam dalam kemelut harapan 
Harapan yang telah melebur menjadi debu

Entah mengapa semakin dirimu jauh

Semakin aku merindumu 

Sekuat apapun aku menghapusmu

Aku semakin ingin kembali padamu 

Mungkinkah aku selemah ini?

Mungkinkah ini hanya permainan hatiku saja?  

Aku bagaikan kapal tanpa mercusuar 

Yang jalannya tak tentu arah

Aku bak daun berguguran 

Hanya pasrah tertiup angin

Dijatuhi titik hujan pun 

Tak mengeluh 

Hanya mampu diam dalam kesengsaraan 

Hanya mampu mengikuti alur tanpa menolak 

Dan hanya menanti yang tak pasti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: